Lokomoteks Edisi 8 / November 2017: Surealitas

Selamat datang di dunia yang melampaui realitas! Dengan puisi-puisi kalian, ucapkanlah itu pada kami, pada kita. Ajaklah kami ke sana. Kami jenuh dengan kenyataan. Kami tidak menolak atau membenci kenyataan. Kami tidak menghindar atau mengingkarinya. Kami hanya ingin melampauinya. Mungkin dengan begitu kita tetap berada di sana, tapi tak lagi merasa terpenjara di dalamnya. Foto … More Lokomoteks Edisi 8 / November 2017: Surealitas

Lokomoteks Edisi 7 / Oktober 2017: Kopi, Kota, Mimpi

LOKOMOTEKS EDISI 7 / OKTOBER 2017 Dari Kami: Menghidupkan Mimpi dan Membangun Kota dengan Secangkir Kopi   Joko Pinurbo pernah menulis  “Kurang atau lebih, setiap rezeki perlu dirayakan dengan secangkir kopi,” namun bagi petani, pengusaha warung kopi, justru dari secangkir kopilah ada rezeki yang bisa kurang atau lebih.  Baik pecinta kopi atau yang tidak, pastinya … More Lokomoteks Edisi 7 / Oktober 2017: Kopi, Kota, Mimpi

Lokomoteks Edisi Khusus Kritik Sastra

  Dari Kami Karena Kritik adalah Juga Karya Sastra Oleh Hasan Aspahani Kepala Stasiun LOKOMOTEKS TAHUN 2017 banyak seminar dan musyawarah penting terkait sastra dan kritik sastra. Juni lalu ada Musyawarah Sastrawan Indonesia 2. Agustus ini ada pula Seminar Kritik Sastra. Keduanya diselenggarakan oleh Badan Bahasa. Saya dan masinis Lokomoteks Dedy Tri Riyadi hadir pada … More Lokomoteks Edisi Khusus Kritik Sastra

LOKOMOTEKS 6 / September 2017: Pengkhianatan

Dari Kami Berbelok untuk Lurus oleh Dedy Tri Riyadi DUNIA mungkin sejatinya memerlukan pengkhianatan agar apa yang timbul pada akhirnya adalah akhir cerita yang indah. Di lembaran kitab suci, kita temukan beragam pengkhianatan mulai dari bagaimana Kain (Qabil) membunuh Abel (Habil) lantaran persembahan korbannya merasa tidak diterima Allah, lalu ada Musa yang “ditelikung” kepolosan Harun … More LOKOMOTEKS 6 / September 2017: Pengkhianatan

Lokomoteks Edisi 5 / Agustus 2017: …Bahaya yang Lekas Jadi Pudar

  Dari Kami Agar Meletup Lagi yang Redup, Memijar Lagi yang Hendak Pudar Dedy Tri Riyadi DALAM sajak Tuti Artic, Chairil Anwar menulis “Aku juga seperti kau, semua lekas berlalu” yang menunjukkan bahwa ego atau ke-aku-an sebagai ambisi, tekad, cita-cita, harapan, visi dari seseorang bisa hilang, lenyap, dalam sekejap. Meredup dan pudar adalah suatu yang … More Lokomoteks Edisi 5 / Agustus 2017: …Bahaya yang Lekas Jadi Pudar

Lokomoteks Edisi 4 / Juli 2017: Pengungsi!

Dari Kami Membenahi Diri Menyambut Pengungsi Dedy Tri Riyadi ADA banyak kaitan ketika tema Pengungsi diusung untuk bulan Juli ini, salah satunya adalah berkaitan dengan fenomena mudik di hari Lebaran yang baru lalu. Merantau, barangkali, merupakan salah satu upaya mengungsi, karena menurut definisinya mengungsi adalah “pergi menghindarkan (menyingkirkan diri) dari bahaya atau menyelamatkan diri (ke … More Lokomoteks Edisi 4 / Juli 2017: Pengungsi!

50 Puisi Cinta Terbaik (Bagian 1)

Dari Kami Sajak Cinta, Syair yang akan Mewaktu Oleh Dedy Tri Riyadi Masinis LOKOMOTEKS Semula niat kami adalah menyusun daftar ini lewat apa yang kami sebut Pemilihan Umum Sajak Cinta Indonesia. Kami berharap pembaca sebanyak-banyaknya mengusulkan masing-masing lima sajak cinta terbaik versi mereka masing-masing. Dari usulan-usulan itu kami akan menyusun 100 sajak untuk dipilih 25 … More 50 Puisi Cinta Terbaik (Bagian 1)

LOKOMOTEKS Edisi 3 / Juni 2017: Ode bagi Diri Sendiri

  Dari Kami  Dari Kami: Cermin, Stiker, dan Sudah Puisikah Anda? Oleh Dedy Tri Riyadi Everything’s mine but just on loan, nothing for the memory to hold, though mine as long as I look. (Travel Elegy, Wizlawa Szymborska) PADA zaman stiker begitu berjaya untuk ditempel pada cermin, salah satu yang paling sering dilihat adalah stiker … More LOKOMOTEKS Edisi 3 / Juni 2017: Ode bagi Diri Sendiri

Lokomoteks Edisi 2 / Mei 2017: Menafsir Joko Pinurbo

Dari Kami Merayakan Joko Pinurbo Oleh Dedy Tri Riyadi MERAYAKAN Joko Pinurbo adalah merayakan puisi Indonesia hari-hari ini. Kemana pun mata kita memandang di negeri puisi kita hari ini, tak bisa kita untuk tak terpandang pada sajak penyair yang bermukim di Yogyakarta ini. Joko Pinurbo berdiri, duduk, tegak, atau berjalan dengan langkah tegas tapi santai dan … More Lokomoteks Edisi 2 / Mei 2017: Menafsir Joko Pinurbo