LOKOMOTEKS Edisi 3 / Juni 2017: Ode bagi Diri Sendiri

 

LOKOJUNI2

Dari Kami

 Dari Kami: Cermin, Stiker, dan Sudah Puisikah Anda?

Oleh Dedy Tri Riyadi

Everything’s mine but just on loan,
nothing for the memory to hold,

though mine as long as I look.

(Travel Elegy, Wizlawa Szymborska)

PADA zaman stiker begitu berjaya untuk ditempel pada cermin, salah satu yang paling sering dilihat adalah stiker dengan tulisan “Sudah rapikah Anda?” Di dekat toilet kantor atau sekolah biasanya cermin berukuran agak panjang dengan stiker bertulisan tersebut selalu ada. Tujuannya adalah agar kita menyempatkan untuk mematut diri, merapikan lipit kerah baju, atau paling tidak bersisir sebelum bertemu dengan orang lain terutama atasan atau guru. Sebab jika dilihat oleh mereka kita tidak rapi, kita akan dicap sebagai pemalas, ceroboh, atau brengsek. Baca Selengkapnya…


Esai

1. KuntowijoyoTentang Program Sastra

……. pengarang yang tidak mempunyai kerangka pandangan, hanya akan menajdi pelapor dari khayal dan kehidupan yang tak bermakna. Kadang-kadang memang banyak yang ditulis tetap tidak menjadi penting. Bisa saja dilupakan seperti orang melupakan banyak kejadian sehari-hari. Mesin-mesin penghasil cerita tidak akan sanggup memberi warna karya sastra.

2. Aoh K. Hadimadja – Pengalaman Saya Sekitar Proses Penciptaan Sebagai Penyair

Untuk melupakan kegetiran hidup sering kami baca ciptaan-ciptaan Rabindranath Tagore, malah Amal Hamzah di masa itu pernah menerjemahkan Gitanjali ke dalam bahasa Indonesia. Saya rasa penyair-penyair Pujangga Baru, juga Noto Soeroto yang menulis dalam bahasa Belanda, banyak terpengaruh pujangga India itu.


Puisi

1. Putri Marsella IndriyanaOde Bonetuia
2. Arco TranseptOde untuk Diri Sendiri, Ode untuk Sungai Musi
3. Muhammad SadliOde bagi Penjinak Macan Dahan
4. Khoer JurzaniSaya
5. Wawan Kurn Ode kepada Topeng
6. Khalish AbniswarinOde Seseorang yang Menerbitkan Buku Puisi di Awal Bulan Puasa
7. Inas PramodaHutan,  Kesaksian Cermin
8.  Achmad Hidayat AlsairJantan?, Aku Merah, Sebenarnya Merah, Bukan Kembaran Bandot, Profil Singkat
9.  Norman YS GultomUntukku, Yang Aku Cintai
10. Ela Tamami Aku Hanya Penulis Puisi, Semua Harus Keluar Malam Ini


Puisi Terjemahan

1. W.S. Merwin Untuk Diriku
2. Maya AngelouSaat Kupikirkan Diriku Sendiri
3. Chimako Tada –  Diriku
4. Etheridge Knight Satu Puisi untuk Diriku Sendiri
5. Puisi Edgar A. GuestDiriku
6. Franz WrightUntuk Diriku
7. Mao YangSajak Potret Diri Mao Yang


Ketika saya mendapat ilham kata-kata dengan sendirinya menetes dari batin saya dan menyusun sendiri menjadi sajak. Kerapkali saya merasa seperti mabuk kata-kata, dan pedoman yang saya pakai dalam menguasai desakan aliran kata-kata itu adalah irama yang melekat padanya – Soebagio Sastrowardoyo dalam “Mengapa Saya Menulis Sajak”

Iklan

2 thoughts on “LOKOMOTEKS Edisi 3 / Juni 2017: Ode bagi Diri Sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s