Edisi Khusus; Sutardji

scb

Dari Kami:

Loko Menulis Tardji

 

Bukan tanpa alasan jika Lokomoteks menghilang sementara waktu. Kami sadar pada keterbatasan sumberdaya yang ada, sehingga Lokomoteks harus memperlambat langkah di tahun 2018 ini. Namun, bagi kami seluruh awak Lokomoteks, cita-cita untuk menerbitkan tulisan-tulisan sastra bermutu adalah keharusan. Sebab kami punya keinginan untuk menjadi salah satu barometer dalam soal karya sastra di negeri ini. Karena itu kami harus dan akan bertahan.

Kegigihan semacam ini, berkaitan dengan tokoh sastra yang kami angkat pada episode pertama di tahun 2018 ini. Sedikit orang yang tahu bahwa di awal pemunculannya, Sutardji Calzoum Bachri mengalami beragam penolakan dari redaktur sastra di berbagai surat kabar dan majalah. Namun karena keyakinannya bahwa apa yang ditulisnya adalah sesuatu yang bermutu dan bisa ia pertanggungjawabkan maka ia terus menulis tanpa harus tunduk pada keinginan redaktur-redaktur itu. Kegigihan semacam ini serta kesadaran akan karya yang bermutu inilah yang akan kami bagikan pada majelis pembaca sekalian.

Tanpa berpanjang-panjang, inilah Lokomoteks edisi perdana tahun 2018 yang sekaligus adalah edisi khusus “Sutardji”, selamat menikmati.

 

Jakarta, April 2018


 

Tentang Tardji

  1. Konon Sutardji
  2. Tardji: Sang Ikan Paus Biru
  3. Lima Fatwa Sutardji: Puncak Penyair
  4. Matlamat dan Manfaat “Kekejaman” Sutardji
  5. Penyair Besar dengan Puisi Besar

 

Sutardji & Sapardi

  1. Kata Sapardi tentang Sutardji
  2. Tardji Menulis (tentang) Sapardi
  3. Kata Sutardji tentang Sajak Sapardi

 

Imajinasi Wawancara dengan Sutardji

  1. Santai di Dunia yang Keras

 

Sajak-sajak Terjemahan Sutardji Calzoum Bachri

  1. Andre du Bouchet – Fragmen dari “Le Moteur Blanc”
  2. Christoper Okigbo – Antara Kita Bulan Menjulang
  3. David Diop – Di Hadapanku
  4. David Diop – Afrika
  5. Eugene Guillevic – Executoire
  6. Jacques Dupin – Jalan Bagian
  7. Leopold Sedar Senghor – Mendekap Wajah Hitam
  8. Leopold Sedar Senghor – Totem
  9. Mbella Sone Dipoko – Pergi
  10. Pierre Riverdy – Bayangan
  11. Pierre Riverdy – Wajah Langit
  12. Yves Bonnefoy – Nama Benar

 

Cerpen-Cerpen Sutardji Calzoum Bachri

  1.  Hujan
  2.  Di Kebun Binatang

 

I celebrate myself, and sing myself,
And what I assume you shall assume,
For every atom belonging to me as good belongs to you.
 
Walt Whitman, Song of Myself (1892 version)

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s