Arco Transept – Di Jantung Ibukota Tubuhmu

Arco Transept
Di Jantung Ibukota Tubuhmu

1/
Matahari meruyup
di sempit tubuhku,
seperti kemasygulan
laut yang kehilangan
bayangan purnama

Mataku riak ombak
di batu-batu bisu
yang memahat puisi
sebagai punggung

nelayan bawa pulang
jala kelompang

2/
Di kota metropolis
musim tambah liris
tampaknya tuhan gemar
menyebar benih gerimis

di wajahku, kamu bersekongkol
dengan runyam malam
meminta segelas kopi
mendidih di mataku

melenyapkan mimpi-mimpi
yang di antaranya kamu

3/
Hidup hanya sekotak
waktu seperti peringatan
merokok membunuhmu
tapi kamulah mula-mula

maut yang tak enggan
berteriak selamat datang
sebelum kematianku
jadi hujan yang kekal

di jantung ibukota tubuhmu
tersimpan sempit tubuhku

Kalibata, 2017

Iklan