Avianti Armand – Tentang Sebuah Rumah

Avianti Armand
Tentang Sebuah Rumah

Perempuan itu masuk ke dalam ruang yang kosong dan berkata:
Mari kita mulai tinggal di sini.
Laki-laki itu menggeleng dan menjawab:
Ruang ini bahkan belum menjadi ruang, ia hanya sesuatu yang
kosong.

*

Perempuan:
Mengapa kamu membangun dinding di sekeliling rimah kita?

Laki-laki:
Agar ia jadi sebuah rumah. Bukan dua buah.

*

Setelah dinding di sekeliling rumah beridiri, laki-laki itu merasa aman.
Di dalam, ia tak harus melihat kebenaran.

*

Perempuan:
Katakan sesuatu.

Laki-laki:
Aku tak punya apapun yang bisa kukatakan.

Perempuan:
Kamu bisa mengulangi apa yang pernah kamu katakan.
Dengan lebih sopan.

Laki-laki:
Dengan lebih sopan.

*

Laki-laki:
Aku akan menaruh kursi di dekat jendela agar aku tahu bila
hari telah malam.

Perempuan:
Aku akan menaruh malam di jendela agar aku tahu kapan
harus menaruh kursi.

*

Di ambang antara luar dan dalam, perempuan dan laki-laki itu berdiri,
Menghindari tatapan satu sama lain. Cuma di ruang tak bernama itu,
mereka bisa tinggal bersama,

*

Di balik selimut keduanya mematung

Perempuan:
Aku ingin kita bersembunyi di sini dan berpelukan erat. Lalu
kita menangis.

Laki-laki:
Kita tak pernah memilih hidup yang seperti itu.

*

Jam kukuk. Kursi goyang. Matahari musim hujan. Karpet tua. Suara
burung hantu. Ruas-ruas jahe. Harum terpentin. Sungai kecil. Humus.
Layang-layang putus. Gerimis. Tawa anak-anak.

*

Lelaki itu menyingkirkan daftar panjang “perabot”:
Rumah ini sudah sesak untuk kita berdua.

*

Setelah rumah itu ada teras, halaman, jalan setapak yang menembus
belukar, dan kesepian.

*

Ia berdiri menempel di dinding pagar dengan tangan laki-laki itu
Menempel ke pipinya.

Laki-laki:
Kamu bisa merasakan tanganku?

Perempuan:
Ya.

Laki-laki:
Kamu tahu kalau ini aku?

Perempuan:
Tidak.

Laki-laki:
Sekarang kamu mengerti maksudku.

*

Hampir jam empat pagi dan keduanya masih terbangun. Ketika
kedengaran suara truk di kejauhan, sekali lagi mereka tahu, mereka telah
jadi tamu.

*

Apakah kita telah melupakan sesuatu yang penting?
Keduanya terbaring, menatap langit-langit, mencoba mengingat siapa
yang telah bertanya.

 

September, 2012.

Iklan