Dadang Ari Murtono – does cabaret

374713_2111992405467_1415351185_31733064_194074203_n

Dadang Ari Murtono
does cabaret*

mereka pulang sebagai rantau yang kebrangas
dari suriname sejak 1890
dan membawa sebuah lakon
tentang buruh-buruh paksa dari jawa

tapi di sini, benarkah rumah yang begini
yang awalnya mereka angani

kapten does
jawa semacam apa yang telah kauhidupi
di sana, sedang di sini, anak-anak muda
telah jadi indonesia
yang gagap dan gagal mengerti bahasamu
bahasa dari ibu yang sama

anak-anak telah jadi susi dalam
lelakone wong saka njawa**
bercumbu dengan kekasihnya ketika
bapak dan emaknya tak ada
si susi yang suka protes dan bawel
setiap kali terdengar nasihat
“wong jowo kok gak duwe unggah-ungguh,
eling, mbahmu iku wong jowo”***

susi-susi di sini, kapten,
berbeda dengan susimu,
tidak hanya hidup dalam panggung

catatan:

*    Kelompok Ludruk asal Suriname yang pernah pentas di Surabaya tahun 2007
**  Judul lakon yang dibawakan oleh does cabaret saat pentas di Surabaya tahun 2007 itu, artinya Lakon Orang dari Jawa.
*** Kalimat yang diucapkan oleh tokoh ibu Susi dalam Lakon Orang dari Jawa, artinya orang Jawa kok tidak punya tata krama, ingat, kamu keturunan Orang Jawa.

Sajak does cabaret ini diambil dari buku puisi Dadang Ari Murtono yang berjudul Ludruk Kedua.

Dadang Ari Murtono, tinggal di Mojokerto. Menulis sejumlah puisi, prosa, dan naskah drama. Ludruk Kedua adalah buku puisinya yang pertama.

Iklan