Dari Kami – Dunia yang Dibangun dari Mimpi dan Kenyataan

Dari Kami

Dunia yang Dibangun dari Mimpi dan Kenyataan

Menilik dari email puisi-puisi yang masuk untuk tema bulan November “Surealitas” yang rencana seharusnya tayang di awal Desember 2017 lalu, agaknya banyak yang belum paham bahwa Surealisme bukanlah sekadar sesuatu yang aneh, tidak logis, dan berangkat dari ekspresi murni seorang seniman. Surealisme justru bertujuan untuk menyelesaikan kondisi mimpi dan kenyataan yang sebelumnya kontradiktif menjadi kenyataan absolut, sebuah realitas super, demikian tulis André Breton, dalam Manifeste du surréalisme (dalam beragam terbitan).

Ketika mengusung tema inipun, seorang penyair menanyakan kepada kami mengapa tema Surealitas yang diangkat. Sebab menurutnya, hampir semua puisi saat ini telah menerapkan pemikiran surealisme dalam pembuatannya. Kami juga bertanya pada beberapa penyair-penyair senior untuk meneguhkan pilihan kami pada beberapa penyair yang kuat unsur surealismenya.

Kami sangat sadar, pekerjaan kuratorial untuk sebuah terbitan dengan tema yang cukup besar seperti ini sangat jauh dari sempurna hasilnya. Namun, kami harus menjawab email-email yang masuk, untuk sekadar menjawab dugaan seperti di atas. Dan mau tidak mau, pada terbitan kali ini beberapa nama pengusung Surealisme kami terjemahkan sebisa kami untuk kami hadirkan. Pun beberapa nama yang disebut dalam perbincangan kami dengan para penyair yang menurut hemat kami karyanya dipengaruhi oleh surealisme.

Biarlah kita semua belajar bahwa kenyataan tak perlu ditolak atau dibenci. Tak perlu dihindari atau diingkari. Kenyataan harus dilampaui. Sebab, mungkin dengan begitu, kita tetap berada di sana, tapi tak lagi merasa terpenjara di dalamnya.

 

Januari, 2018

Iklan