Daun Krisantemum

Cecep Syamsul Hari
Daun Krisantemum

Datanglah kepadaku wahai perempuan
yang muncul dari gelisah laut

Akulah yang kautemui dalam mimpi-mimpi
musim ketika biji-biji coklat sedang matang
dan kau riang membalut dirimu dengan gaun pengantin

sutra untuk malam walsa
dan tarian nasib yang tak bisa diterka

Telah kulayarkan perahu cintaku ke bintang-bintang
membaca rasi sepenuh doa
yang kautitipkan pada pucuk-pucuk hujan

tipis dan runcing
menempias selimut satin ranjangmu

Aku dilahirkan sebagai airmata
dari rahim mawar wanita sempurna
menyusu pada sepasang puting cahaya

masa remajaku padat dan ranum
percintaan yang panjang telah membuatku majnun

Datanglah kepadaku wahai perempuan
yang berdiri ringan di resah pantai

Akulah lelaki yang membuka pintu kastilmu
mengusir raksasa sepuluh kepala
yang menculikmu di hutan larangan

ketika kau jatuh cinta pada seekor kijang
berhati iblis

Telah kutulis puluhan puisi
di helai-helai daun krisantemum
mengalirkannya ke riuh sungai

menempuh pelayaran yang sabar dan jauh
sebelum sampai di sunyi lautmu

Dan kini,
aku berdiri di depan jasmin tubuhmu
dan gaharu rambutmu
dan anggur matamu
dan ceri bibirmu

Wahai perempuan
yang telah mengirimkan tahun-tahun kesabaran

Untuk menanggungkan duka
jika tak tertahankan

Untuk menerima nestapa
jika tak terelakkan

Untuk mengekalkan senja
dalam jiwaku yang malam

yang muncul dari gelisah laut
yang berdiri ringan di resah pantai

Menggenggam sehelai daun
dan membaca rahasia

sepucuk puisi
dengan rima sederhana
dan diksi tanpa hiasan

Kutulis dengan hati penuh luka
bertahun-tahun silam
pada tepi paling hampa sebuah malam

2005-2006

Iklan