Federico García Lorca – Fajar

Federico García Lorca
Fajar

Fajar di New York memiliki
empat tiang dari lumpur
dan badai dari merpati hitam
memercik pada air yang busuk.

Fajar di New York mengeluh
saat api yang sangat besar lolos
mencari di antara sudut-sudut
aroma salep kuno dari kesengsaraan yang dirancang.

Fajar datang dan tak seorangpun menerimanya di mulutnya
sebab pagi dan harapan sangat tak mungkin ada di sana:
kadang betapa dahsyat koin-koin menyerbu
menerobos seperti bor dan melahap anak-anak terlantar.

Mereka yang berangkat awal sudah tahu benar bahwa
tak ada surga atau cinta yang mekar lalu mati:
mereka tahu bahwa semua bakal terjerumus jadi angka dan aturan,
dalam permainan tanpa berpikir, dalam pekerjaan tak menghasilkan.

Cahaya itu terkubur di bahwa rantai-rantai dan kebisingan
dalam tantangan licik dari ilmu tak mengakar.
Dan kerumunan orang itu terhuyung tak henti menerobos permukiman
seperti baru saja mereka terbebaskan dari kapal karam dari darah.

 

Diambil dari Poet in New York 1929-1930, diterjemahkan dari bahasa aslinya ke bahasa inggris oleh Greg Simon dan Steven F. White

Iklan