Ferdi Afrar – Tualang Kopi

Ferdi Afrar
Tualang Kopi

 

di lengan dedahan pokok
kami pentil tersabar, mendongak
dan melogok pada tingkap petang atariksa.
sambil merapal doa dan tafakur – akan segera tiba,
akan segera tiba meninggalkan muasal menuju tualang.
sungguh ini tak sekedar perjalanan ketertundukkan.
seperti suratan pengembara tersedak buah
pada jakun dan payudara. atau ngilu leher
kambing kurban pada meja persembahan.

akan segera tiba mereka menjemput,
yang mengasah taring dan pisau kuku
dan memburaikan liur geraham.
yang berkelebat pada gelap samar bulan,
seperti mekar kelelawar yang menawar rasa lapar
atau cakar musang mengintip daging merah pilihan.
mencicipi manis-getir sari sari.

maka kami jalani kodrat tamasya
dalam kerongkongan dan jeroan.
atau kami akan tengadah dalam jemuran pekebun,
merelakan sebagian dari badan disesap matahari
hingga kisut-kusut langsai. hingga sampai-sampai,

di tangan pekebun itu kami tergelincir
di pinggir tubir ujung jari asap limpahan
penuhi wajan penggorengan dan seisi bedeng.
masak-masak! gulingkan gulingkan.
agar bara blarak hantarkan gurih menir,
dan cukilan kambil merasuk ke daging.
sutil yang meratakan uap panas tungku
menguningkan kuku dan mencoklatkan kami,
yang kian renyah terpanggang dan meronggong.

adakah gosong telah menjadikan kami hamba
bebijian tabah yang terpilah dalam tampah,
akan sempurna dalam penggilingan atau
tumbukan lesung alu.

sungguh kami telah girang terhidang dalam perjamuan,
bersamamu, ketela goreng dan serbuk susu
dan seseorang di seberang yang bersikeras
menulis sajaknya yang kian gagu.

 

2012

Ferdi Afrar lahir di Surabaya, 9 April 1983. Buku puisinya adalah Sepasang Bibirmu Api. Bermukim dan bekerja di Sidoarjo. Puisi di atas pernah diterbitkan di Kompas 3 Maret 2013.

Jawa Timur.

Iklan