Inggit Putria Marga – Bola Kristal

Inggit Putria Marga
Bola Kristal

padahal sebelum sangkar hidup mengurungmu
aku telah menegurmu:
di telaga keruh, takkan membayang bulan meski separuh

bila genderang angin puyuh masih tertabuh
tiada mungkin tegak si gubuk rapuh

tapi umpama lampu penyepele kegelapan
betapa ringan kata-kataku kau silaukan

kau pergi sepergi asap meninggalkan api

di bara, aku sunyi pemeluk api
berwajah pucat terigu, setelah lima ribu malam bergerak
sepelan sayap debu, sore ini kau datang lagi padaku
kerut tangan, kabur pengelihatan, samar pendengaran
bukti sangkar hidup belum melepas statusmu sebagai tawanan

garis tubuh dan rambutmu mengaku
kini kau hantu labirin batu
labirin hasrat yang membuat anganmu terhempas
pada pemilik cinta yang sesempurna hawa dingin
pemilik cinta yang paling angin di antara semua angin

penujum, andai dulu kau bukan lampu penyepele kegelapan
maka kini di antara angin lebat pemutar roda musim
kujadikan kau selembar telaga jernih
tempat beragam bentuk bulan membayang
ratusan lotus mekar takzim menyarang

 

2009

Iklan