Nana Riskhi Susanti – Kepada Sangkuriang

Nana Riskhi Susanti
Kepada Sangkuriang

Tak perlu kau benarkan
apakah cintaku mampu memecah bumi
yang senyap

kau akan tersenyum
malaikat-malaikat menampakkan catatannya;
beberapa kali kau ciumi tanganku
memberiku kata-kata serupa pantun dan balada
sambil menatap mataku di atas perahu
atau menghitung guratan keningku

setelah kukembalikan kata-katamu di ranjang
kuruntuhkan langit untukmu
hingga bumi pun tak berpintu
lalu kemana kau bersembunyi, sayang

“aku akan mengadu pada dewa yang
menanam mimpi di jantungku
akan kutarik rambutnya
yang menjuntai ke bumi
lalu kujadikan sesaji bagi
tangis kuda-kudaku
mereka pun berkabung demi darahku
sebab mimpiku runtuh dalam kitab,
sejarah, dan syiar-syiar para wali
hampir saja kutemukan ibu
untuk kuajak meminangmu
aku yakin dia sengaja sembunyi
sebab cemburu padamu, cantikku”

bagaimana jika kuberi sebiji kenangan
untuk kau tanyakan ke Tuhan
siapa perempuan yang ia tuliskan
di pohonmu
di ujung angkasa
siapa perempuan itu
yang membuat ayahmu tergagap
dalam satu kedip mata

kau akan tahu, sayang
setelah dunia menelan kisahmu
dan mengunjunginya
di sebuah perahu tangkub

maka matilah segala mimpi

kau akan menemukanku di pohonmu
: Tuhan telah mencatatku disitu

 

Tegal, 2008

Iklan