Nirwan Dewanto – Ubur-Ubur

Nirwan Dewanto
Ubur-ubur

Ia mata-mata, hanya terpindai di antara
nisan batukarang dan gaun ganggang.
Ia surai singa di belanga Cina, terpilin
oleh pecahan cermin. Ia jantung hati,
berdegup di antara pipi hiu dan
punggung perenang buta. Ia payung,
gemar melayang dengan lebat racun
ke arah pukulan dayung. Ia lonceng,
bergeletar menahan luas
laut dan liburan musim panas.
Ia gumpalan kanji, terurai ke pantai
mencari kaki perawan paling murni
dan janggut matahari. Ia cendawan,
termakan oleh telinganya sendiri.
Ia mahir kehilangan tanah air, karena
mata angin hanya tetirai airmata.
Ia topi palsu prajurit Pranggi, tetapi
mengumbai menjarum mengkhianati
mataku, di antara gerimis Mei
dan kitab biologi

Menghapus “seperti” berkali-kali
aku tampak membinasakan puisi,
membasuhkan cuka, cuma cuka
pada lembar nyeri gatal ini.

(2007)

Iklan