Puisi Arco Transept

Arco Transept
Ode untuk Diri Sendiri

Aku kekasih bagi puisi;
tak menyala seperti api,
tak mengalir seperti air.

Aku angin yang memeluk keduanya.

Bahkan maut tak mampu
mencabut nyawa duka-luka
dalam diriku; dalam sajakku
serupa kata rindu
yang luput berkali dari bibirmu.

Akulah kekasih puisi.
Cintamu; sebab denyut nadiku
engkau senantiasa mengalir,
di sebaris puisi engkau nyalar terlahir.

2017

 

Arco Transept
Ode untuk Sungai Musi

Aku sungai menggenang;
mengalir di bawah jembatan
seperti melawan cintamu yang surut,
menahan rinduku yang pasang,
dalam waktu merentang
alir titian jurang.

Di sudut dermaga, aku meriak
mencari gelagar, memaut rusuk
untuk tubuhku menepi. Biar bulan,
jembatan, dan kota menghias diri,
melangut yang pergi,
dan yang datang kembali.

Mereka berkaca di sini;
di inti denyut kota yang marak deraian ini
seperti kenangan,
senantiasa tak pernah susut;
walau mengalir ke muara kesunyian
walau tak ada engkau berdiri di tepian.

2016


Arco Transept, penyair bermukim di Palembang,  buku kumpulan puisi Protokol Hujan (2016).

Iklan