Puisi Franz Wright : Untuk Diriku

Franz Wright
Untuk Diriku

Kau naik bus lagi
menggali sampai kegelapan Intestate 80,
sebagai satu-satunya penumpang

dengan lampu di atas kepala menyala.
Dan aku bersamamu.
Akulah ladang-ladang tak berujung yang tak dapat kaulihat,

lampu-lampu kecil padam di kejauhan
(pada salah satu dari kamar-kamar itu kita
berada) dan akulah hujan

dan hal-hal lain yang
mengepungmu, dan kesepian yang kaucintai,
dan semesta yang secara khusus mencintaimu, barangkali,

dan pagi porakporanda,
asam asap merambati jangatmu —
dan saat kau mulai

batuk tak mau kututupi wajahku,
dan jika saat ini kau muntah akan kugenggam kau:
semua akan baik-baik saja

kubisikkan demikian.
Tak akan selalu demikian.
Akan kubelikan kau roti lapis.

Teks asli:

Franz Wright
To Myself

You are riding the bus again
burrowing into the blackness of Interstate 80,
the sole passenger

with an overhead light on.
And I am with you.
I’m the interminable fields you can’t see,

the little lights off in the distance
(in one of those rooms we are
living) and I am the rain

and the others all
around you, and the loneliness you love,
and the universe that loves you specifically, maybe,

and the catastrophic dawn,
the nicotine crawling on your skin—
and when you begin

to cough I won’t cover my face,
and if you vomit this time I will hold you:
everything’s going to be fine

I will whisper.
It won’t always be like this.
I am going to buy you a sandwich.

 

Penerjemahan oleh Dedy Tri Riyadi


Franz Wright, penyair kebangsaan Amerika, anak dari James Wright, dan mereka berdua sama-sama pernah mendapatkan Pullitzer Price di bidang yang sama. Ia lahir di Wina, Austria, 18 Maret 1953 dan meninggal pada 14 Mei 2015 lalu.

Iklan