Puisi Norman YS Gultom

Norman YS Gultom
Untukku, Yang Aku Cintai

Telah kukenal selama ini
diriku di janin ilham
Merenung sendiri
melangkah sendiri;
jahanam – kelam

Jangan pergi wahai bujangan
yang pincang dimakan
sorot lampu pertunjukan
senja dan kesenjangan

Aku pesona keletihan
berpikir, rangkaian
wiracarita yang dibaca
setiap matahari menyala

Tubuhku duka penuh
akibat waktu tak mau
tobat mempersunting
petaka

Hatiku jingga yang lupa
alasan ia tercipta dan
anakku ialah masa
depan penuh tanya

Namun itu sebab aku
mencintaku lebih
daripada sajak-sajak
anggur dan rembulan

Karena aku berbeda dan
teraniaya oleh pikiranku
Juga karena dunia selalu
menolak aku

Jakarta, 26 Mei 2017


Norman Y Setiawan, Co-founder and COO at Elaborasi, buku puisinya Catatan Dari Kampus (2016)

Iklan