Puisi Putri Marsella Indriyana: Ode Bonetuia

Putri Marsella Indriyana
Ode Bonetuia

Karet-karet chignonku terlepas demikian
Membuat jalur rambutku kopong, serba kebak abu liturgia
Dukacitaku melintas di derat dahimu
Katamu aku berbahaya,
penuh kuasa untuk mengintuisi terbangmu.

Cerminanku mengiring puji
Menapaki gurat emas silaumu yang karib
Kau bilang itu diriku sendiri. Aku!
Padahal matamu mendulang emosi hakiki,
membuatku kian menjadi lebih dari sekedar ilusi.

Bonsai, kilap benih yang kerap kau semai,
Lantas menggayang lapak perak vas kreasiku
Sama sepertimu, atau selubung iridium kompas Colombus
Aku mematri senyum, mendinginkan api hatimu
Mematok arah yang teriring manuver angin,
cenderung ke kiri, tidak sama sisi.

Aku memang bukan seorang naturalis,
Namun entah mengapa seisi bumi merestuiku—
entah perihal cintaku yang matang, atau transkrip mimpiku
yang tak sekalipun tertambat.

Aku bangga
Selain sukmamu mengikuti orbit gerakku, tulangku menolak rapuh
Menguat, mengenergi, menakar keabadian
Aku kira semuanya sudah selesai. Aku empunya galaksi.
Tanpa kutahu, diriku hanya sehelai daun jatuh
Di taman seribu bunga jiwaku,
yang pernah kau ajari untuk terus tumbuh tanpa gaduh.

Jakarta, 2017


Putri Marsella Indriyana, Lahir di Jakarta, 29 Maret 1995, namun lama berdiaspora ke wilayah lain. Mahasiswi Jurusan Hukum Bisnis di BINUS University. Selain sajak dalam bahasa Indonesia, saya juga seringkali menulis sajak dalam bahasa Korea. Selalu mengagumi sosok Charles Bukowski, Charles Simic dan Michel Foucault. Sebelumnya, beberapa tulisan saya pernah dimuat dalam website Qureta dan Storial.

Iklan