Sajak Agus R. Sarjono: Dongeng Setengah Baya

Sajak Agus R. Sarjono
Dongeng Setengah Baya

Buat Joko Pinurbo

Di tujuh lautan, selop kenangan
berlayar ke senja.
Di lima daratan, kaki kenangan
Mendamba dermaga

Selop yang berlayar ke laut lepas itu
termangu merindu sepasang kaki
yang setia menyimpan sejuta jejak
di pasir kenangan. Tapi kaki itu
seolah sibuk sendiri, berjalan kian-kemari
lintasi benua demi benua seolah lupa
pada selop yang selama ini setia
menemaninya kemana-mana.

Selop itu kini tak mau lagi
mengirim kabar ke daratan
tak sudi lagi mendamba kaki
yang dianggapnya tak berperasaan.
Ia pun bersikeras mengolah diri
jadi tendangan: keras dan hebat
membabat segala kenangan
biar sirna buat selamanya.

Di sudut daratan, sepasang kaki
terus saja tersedu, merindu
selopnya tercinta yang karib
namun entah mengapa kini
menjadi begitu garib.

Di tujuh lautan, kaki kenangan
kerap tercuci.
Di tujuh daratan, berpelukan
cinta dan benci.

 


Agus Sarjono menulis puisi, cerpen, kritik, esai, dan drama. Pernah menjadi Ketua Dewan Kesenian Jakarta (2003 – 2006). Ia mendapat Hadiah Sastera Mastera dari Malaysia (2012) untuk bukunya Lumbung Perjumpaan, dan Sunthorn Phu Award untuk lifetime achievement dalam sastra dari Thailand (2013). Karyanya diterjemahkan dalam bahasa Jerman, Inggris, Perancis, Belanda, Finlandia, Portugal, Serbia, Kurdi, China, Korea, Vietnam, Thailand, dan Arab.

Iklan