Sajak Arco Transept – Mercusuar

Arco Transept
Mercusuar

Seperti sore di selatan Yogyakarta, Aku mengira-ngira ujung jalan itu pantai yang ombaknya berdebur seperasaanku ingin menjadi buih yang pecah di pantai.

Saat muncak mercusuar, aku lupa akan ketinggian yang terlewati dengan menapaki anak-anak tangga yang satu per satu seperti hari-hari terbungkus rindu telah membuat aku dan rumah sudah bermil-mil jauhnya.

Kaki ini gemetar dan belum percaya jika napas yang tersengal-sengal telah membawaku melebur dengan angin menyusuri bibir pantai dari puncak mercusuar. Dan hampir di ujung garis laut sepandanganku yang jauh, ada kapal yang terapung tenang dan tak bergerak seperti kenangan di ingatanmu.

Perasaanku seperti sore di selatan Yogyakarta, mengira-ngira ujung perjalanan itu debur ombak yang sedebar jantung meraba dinding pagar mercusuar bergetar.

Jika bukan karena laut di tubuhmu, tidak mungkin aku berada di puncak mercusuar, tapi matamu adalah sore yang selalu menenggelamkanku ke ingatan masa silam menakhlikkanku jadi angin.

2017

 

Iklan