Sajak Charles Baudelaire: Kucing

Charles Baudelaire
Kucing

Mari, kucingku yang cantik, masuklah dengan
penuh cinta ke hatiku, namun, jangan coba kautangkap
aku. Biarkan aku jatuh ke dalam matamu itu.

Mata yang terbuat dari logam dan batu mulia.

Izinkan aku membelai kepala
dan punggungmu yang lembut dan lentur

Biarkan merasa senang

dengan segala keterkejutan di tubuhmu

Dan kubayangkan perempuanku. Tatapan

liar dan tak terjaga.  Yang dingin dan dalam
seperti gua. Tajam dan membuatku cedera
seperti panah.

Dari kaki sampai kepala

haruman berbahaya selembut udara

berenang di tubuhmu yang sewarna buana.

 

Diterjemahkan oleh Dedy Tri Riyadi


Charles Baudelaire, penyair Perancis, pengkritik dan penerjemah berpengaruh pada abad kesembilan belas. Baudelaire lahir di Paris, 19 April 1821 – meninggal di Paris, 31 Agustus 1867 pada umur 46 tahun.

Ayahnya, seorang pegawai negeri dan seniman amatir, meninggal ketika Baudelaire masih kecil tahun 1827. Tahun berikutnya, ibunya, Caroline, 34 tahun lebih muda dari ayahnya, menikahi Letnan Kolonel Jacques Aupick, yang kemudian menjadi duta besar Perancis untuk berbagai kerajaan.

Di zamannya Baudelaire lebih dikenal sebagai penyair mabuk, dekaden, amoral. Ia sempat disidang lantaran menerbitkan Le Fleurs du Mal, sekumpulan puisi yang dituduh otoritas telah  mempromosikan perilaku bejat dan memancing percabulan. Kesenian adalah bentuk pengabdian diri terhadap kesenangan pribadi—suatu kredo yang acapkali hadir, bahkan menjadi salah satu  mitos  dalam kesenian modern, baik dalam karya maupun narasi biografi sang seniman.

Corak puisi Baudelaire sering dirujuk sebagai  romantisisme-akhir, yang masih bertutur lewat mitologi dan metafor klasik, namun tak berbicara lagi tentang surga yang hilang, tanah air purba, nilai-nilai ksatria, masyarakat organik, dan sejenisnya, ketimbang yang telah disebutkan di atas: pengalaman tertular sifilis di rumah bordil, kematian, dan yang paling utama, kejenuhan. Inilah yang diantaranya dituturkan dalam ‘Anywhere Out of The World’.

‘Mengawini massa’—karya-karya Baudelaire lahir  di tengah kancah revolusi sosial dan politik di Prancis, khususnya sepanjang paruh pertama abad 19. Serangkaian pergolakan politik, dari restorasi monarki, pemberontakan pekerja tahun 1848 (tahun dimana Manifesto Komunis terbit), hingga naiknya Napoleon III. – Arco Transept

Iklan