Sajak Cunong Nunuk Suradja: Mengemut Luka Suryadi di Gulali Pinurbo

Cunong Nunuk Suradja
MENGEMUT LUKA SURYADI DI GULALI PINURBO

pelangi di mata anak-anak merubung penjual gulali yang membentuk burung yang mengicaukan puisi sunyi trilili trilili trilili

gerimis yang menjarum menusukkan imaji penyair tua dalam menangisi kapal yang tenggelam di kolam yang penuh ikan mata pisau

di jalanan anakanak bersorak-sorai menyanyikan lagu balonku ada lima yang pecah semua

semut-semut menghindar sebelum kaki kuda Nabi Sulaiman melangkahi abad yang berkelebat

2081

Iklan