Sajak D. Zawawi Imron

D. Zawawi Imron
Kucing

Kucing meliut hingga terluput dari bahaya
Tak ada maksud ia menunjukkan
kelenturan tubuhnya
Ia hanya memenuhi tuntutan Ilahi

Sebagai pesilat
aku merasa iri kepada kucing
pada ngeongnya yang mencakar ke dalam daging
Lalu aku menerkam seperti kucing
aku berteriak meniru kucing

Kucing yang kutiru menghilang
ke semak-semak pohon rohku
Kucari dan kukejar,
kucing tak ada dalam diriku
Kucing itu meloncat ke dalam kenangan
menjadi bagian dari gelisahku
dari perih nyawaku

Tapi kucing itu tiba-tiba menantangku
Terkadang ia muncul sebagai bayang-bayangku

Ketika ia keluar dari diriku
ia terlukis sebagai mendung
yang bersujud
di langit yang beludru
membuat aku merasa malu kepada bayang-bayangku
yang kadang tampak menjadi hantu

 

Sumber: Suara Pembaruan, Minggu 3 Maret 2002

Iklan