Sajak Eko Ragil Ar-Rahman

Eko Ragil Ar-Rahman
Ranjang Celana

Nanti kalau kau pulang, telah kujahit ranjang dari ribuan lembar celana bekas kita dulu pacaran. Kujahit rapi dengan kenangan, manik-manik air mata, dan tak lupa bekas ciumanmu masih tertempel rapi di sana.

Kantong yang bolong sudah kuisi kapas dan ampas perkenalan lalu. jangan risau dengan resleting macet sebab sudah kutambal karet dan semua yang kita pikir terlalu murah untuk dilupakan.

Sebelum kau pulang, sebelum kujahit ranjang, bulan yang malu-malu memberiku celana baru agar nanti kau makin menyukaiku. Cahayanya putih susu, memintaku melepas celana lama dan membuat ranjang. Bintang-bintang serupa kunang-kunang menuntunku ke gudang mencari setiap lembar celana kenangan kita. Meja di rumah berubah serupa rusa dengan alat jahit di mulutnya. Lembar kertas menjadi burung-burung, menangkap tiap air mata kita yang diam rapat-rapat di celah dinding.

Sambil aku menjahit, meja rusa membuat makan malam kita. Di dapur, dia mengiris sosis, menumis sayur dan semua yang dulu kita simpan di kulkas. Dia pastikan masakannya tidak keasinan -sebab kita belum setuju serumah dulu- sebelum ranjang kita siap. Sama halnya kata orang dulu : Masakan yang asin berarti mereka ingin dinikahi.

Ketika kau pulang, ranjang kita sudah siap. Rusaku telah kembali jadi meja, burung kertas kembali ke bukunya, bintang-bintang mengunci dirinya di langit. Dan kau tertegun melihat penunggu kecil ini tidur pulas di ranjang kita, menunggu kecupmu menjadi selimutnya lagi setia.

2017

 


EKO RAGIL AR-RAHMAN, kelahiran Pekanbaru 22 Januari 1995.  Mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Islam Riau, Pekanbaru. penyuka musik klasik yang tengah bergiat di Community Pena Terbang (COMPETER) Session 3, pernah aktif sebagai wartawan kampus majalah Bahasa Inggris E-Times. Karyanya pernah dimuat di beberapa media, seperti Riau Pos, Harian Medan Bisnis, Koran Dinamika News Bandar Lampung, Harian Rakyat Sultra, Sumut Pos dan Linifiksi.

Iklan