Sajak Jehan Bseiso

Jehan Bseiso
Tak Dicari, Tak Diselamatkan

Untuk semua keluarga dan kekasih di dalam lautan, yang mencoba menjangkau Eropa

I.

Bagaimana bisa kita kalahkan perang dan kemiskinan tapi justru tenggelam di lautmu?

II.

Misrata, Libya
Habeebi baru mengambil perahu.
Di depanmu : Bahr.
Di belakang : Harb.
Dan perbatasan, ditutup.
Lautmu, Mare, Bahr. Perang kita, Harb kita.

III.

Augusta, Italia
Di mana penerjemah itu?
Inilah keluargaku.
Baba, mama, bayi semua terdampar di pantai. Ada 28 penyintas tanpa sepatu dan ribuan mayat.
Mayat-mayat orang Suriah, mayat-mayat orang Somalia, mayat-mayat orang Afghanistan, mayat-mayat orang Ethiopia, mayat-mayat orang Eritrea.
Mayat-mayat orang Palestina.
Lautmu, Mare, Bahr. Perang kita, Harb kita.

IV.

Alexandria, Mesir
Habeebi, baru mengambil perahu.
Di belakangmu Aleppo dan Asmara, bertong bom dan senapan Kalashnikov.
Di depanmu secuil harapan.
Lautmu, Mare, Bahr. Perang kita, Harb kita.

V.

Peta-peta di punggung kita.
Jalan jauh dari rumah.

 

bseiso-jehan-432x432


Jehan Bseiso

Penyair Palestina, peneliti dan pekerja sukarela yang saat ini bermarkas di Kairo.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan