Sajak Mezra E. Pellondou: Birahi Kucing itu Maut, Kekasih!

Mezra E. Pelondou

Birahi Kucing itu Maut, Kekasih!



Kerumunan kucing mengeong tengah malam

Hampiri pintu rumah kekasih

Mereka  ingin bercinta sampai subuh

Mengeong lagi

Mengeong lagi

Terus mengeong

Hingga puncak birahi



Kucing jantan dan betina berkasih-kasihan

Mereka diusir dan disirami air

Maut ada di teras rumah, kekasih!

Suara kucing suara kematian



Sepaasang kucing kuyup mengukur jalan

Malam itu kebelet  kawin

Suara mereka tegakkan bulu tengkuk

Maut ada di tengah malam, kekasih!

Pada suara-suara kucing yang mengeong



Kucing jantan dan betina tak jadi kawin

Suara mereka lepas dan tertahan

Lepas dan tertahan di udara

Maut sudah pergi, kekasih!

Suara kucing tak terdengar lagi

Mereka tak jadi kawin untuk menolak maut 

Walau begitu mereka tetap kucing



Kupang, Maret 2013



Mezra E. Pellondou, lahir di Kupang NTT 21 Oktober 1969. Menggeluti penulisan puisi, cerpen, novel dan ulasan sastra.  Memperoleh sejumlah penghargaan karya sastra, Pemenang Pertama Nasional  Penghargaan Sastra untuk Pendidik (2012) dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayan Nasional RI atas konsistensi berkarya pada bidang sastra. Penerima Penghargaan NTT Academia Award 2013 kategori Sastra dan Humaniora. Menerbitkan Kumpulan Puisi, Kekasih Sunyiku (2013) dan Tujuhpuluhkalitujuhkali (2016).

Iklan