Sajak Muhammad Daffa: Setelah Malam Pulang

Muhammad Daffa
Setelah Malam Pulang

Racun nostalgia menodainya di pinggir telaga yang dingin
Lagi memucat kulit-kulitnya. Lelaki tua pengembara menciduk air di sana,
Berharap nostalgia bukanlah sesuatu yang percuma.

Mujair berenang mencapai marjin telaga, berharap agar seekor kucing hutan
Memberinya dingin paling ajaib yang konon menyembuhkan semua luka.

“Melankolia dunia,” kata kucing hutan itu, bagai seorang nabi yang agung, berkata
Pada lelaki pengembara yang mereguk air telaga dengan khidmatnya.

“Adalah apa-apa yang menipu, sementara nostalgia
Hanya racun yang kerap membuatmu gila dengan sempurna”

2017


Muhammad Daffa lahir di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 25 Februari 1999. Menulis puisi dan cerpen. Sejumlah karyanya pernah termuat di sebagian media massa dan antologi bersama. Kini tinggal di Banjarbaru. Kumpulan puisi tunggalnya berjudul Talkin (2017).

Iklan