Sajak Pringadi Abdi Surya – Sajak Pi

Pringadi Abdi Surya
Sajak Pi

aku ingin belajar mencintaimu, tetapi tidak di
kehidupan ini
karena Waktu datang begitu terlambat
untuk mengenali betapa Cinta adalah dirimu;

sebuah Trans-Jakarta lewat, aku berharap Kau
menempuh jalan yang sama denganku, hanya
Kau diam, aku diam, mencoba menatapmu lebih dalam

aku tidak mencoba ke mana-mana, tetapi Kau pun
tidak mencoba ke dadaku, “Cinta mungkinlah
sebuah lelucon,” begitu pikiranku berkata sementara

aku telah kehabisan kata-kata meski sekadar
mengatakan aku telah jatuh cinta kepadamu.

***

dua hal yang aku sadari semenjak saat itu:

Perasaan adalah gerimis terakhir yang turun
sore hari, dan orang-orang menggerutu, membicarakan
api tanpa tungku, bulan biru, dirimu.

dan aku pelan-pelan berharap, di kehidupan yang lain
bus yang sama akan lewat, dan aku sempat
menggenggam tanganmu–dengan sangat erat.

Sumber : Lombok Post, 30 Juli 2017

Iklan