Sajak-Sajak Alex R. Nainggolan

Alex R. Nainggolan
Kopi Malam

selamat malam, kopi
aku teguk engkau
dari sunyi ke sunyi
yang lama lepau
di dada

sekarang, kulupakan saja
berita dari televisi
tak lebih sekadar  onani

selamat malam, kopi
betapa panajang dan lama
kita telah berkawan
di setiap ampasmu

adalah genangan kenang
yang benderang
menyibak remang

hitam tubuhmu
namun menyemai nektar legit
seperti obat sakit
dari orang-orang yang mengaku
sebagai nabi

Poris Plawad, 2013

 

Alex R. Nainggolan
Halaman Kota

di halaman kota, engkau terjebak.
menyimpan segala sakit.orang-orang
bertahan di beranda rumah.
hujan urung datang, hanya ada
langkah serdadu yang tergesa.
memanggul senjata laras panjang.
kota ini jadi ladang cemas, kerumun
orang. tanda-tanda jalan janggal,
tak mau dipenggal.

engkau terisap seperti tabung gas.
merambah cemas yang cadas.
hanya ada raup tangis atau aroma
kematian yang tergantung di setiap
menara. mulut-mulut berbicara,
percakapan yang tabir. ah, betapa ingin
kau bersihkan setiap serak debu atau
sampah plastik yang menyisa dari
para demonstran.  mengakrabi wajah
kota ini, seperti  pertama kali

Poris Plawad, 2013

 

 

Alex R. Nainggolan
Jubah Kota

memasuki kota, hujan bermain di
sepanjang jalan
jadi genangan menelusup bersama
tanda jalan
pun belukar yang mengakar, tumpu
kan sampah
persimpangan riuh padat. langkah
orang-orang

kau tenggelam bersama denyut
klakson bertubi
pecahan kaca di jalan dan sisi sungai
yang menghitam
tak bisa kau tawarkan tempat istirahat
sekadar menggadai lelah melingkar

ayolah, sebentar lagi langit akan
mengirim gerimis
kau akan menata jalan yang lain lagi
supaya lekas sampai dan tak terjebak hujan

jubah kota terasa menutup
di antara genangan masa lalu dirimu
yang seperti tak kunjung sembuh
untuk bertemu

Poris Plawad, 2013

 

Alex R. Nainggolan lahir di Jakarta, 16 Januari 1982. Kini mengabdi di Pemprov DKI Jakarta. Sajak-sajak di atas pernah diterbitkan di Jawa Pos tanggal 31 Maret 2013 silam.

Iklan