Sajak-Sajak Khalish Abniswarin

Khalish Abniswarin
Jam Yang Tercecer

Aku lihat diriku adalah arloji mahal
terbelenggu di lengan
yang tak pandai menghargai waktu.

Aku tak lebih angka ke angka yang mandul. Sebelum mereka
yang bukan anakku mengirimku ke panti jompo.
Jangan tanya hendak kemana? Aku pengungsi dari lupa ke lupa
Buah waktu yang terlanjur kupetik dengan tangan yang lancang.
Keras berdentang, memanggil jantungku
Yang lebam seperti tongkol pisang.
Saatnya kau ditebang.

 


Khalish Abniswarin
Sebelumnya Aku Hanyalah Dingin

Sebelumnya aku adalah angin.
Menenteng layang-layang dan sepuntal benang..
Hijrahlah kau ke gigil bibir lelaki
Tiba-tiba aku merasa api.
Yang hangus ternyata sepi.

Sebelumnya aku hanyalah riak.
Mereka yang sombong berteriak
Dengan tangan terkepal
Di atas tiang layar kapal.

Dari julang bukit dan barak pengungsian
Aku datang, menantang para juara renang.
Jadilah aku maha gelombang.

Awalnya adalah tubuh sendiri.
Mengungsi dari sepi ke sepi.
Akulah rusuk yang patah itu, sebelum bertemu dirimu.

 


Khalish Abniswarin
Aku Membayangkan KLA Project adalah Tiga Malaikat yang sedang Mengamen di Jogjakarta.

Kita adalah mata yang lupa kampung halaman. Terjebak kota yang tak pernah letih begadang.
Bumi mengantuk. Lesehan di lusuh angkringan.
Terbakar usia. Terbiar sia-sia.

Kita adalah mulut yang angkuh.
Panas kopi yang tak habis-habis diseduh.
Pemuja kesepian yang riuh.
Meski tlah jauh!

Kita adalah penonton yang lupa Sepuluh jari dan dua lengan kita dicipta
Bukan hanya untuk bertepuk tangan.
Dan segenggam uang recehan.
Seorang dari tiga yang kita kira adalah mereka akan kemari.
Menagih janji.
Coretan di atas setumpuk catatan reportori.
Yang lebih dari sekedar nyanyian
Semacam notasi kesunyian.
Menjemput impian.

Kami kemas setangkup rasa haru.
Bekal yang tak banyak
Pulang ke kota-Mu.

Semoga!

Kutai Kartanegara, Juni 2017- Ramadhan 1438 H

 


Khalish Abniswarin, penyair yang bermukim di Handil Baru, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara ini baru saja menerbitkan buku puisi pertamanya “Sujud Sebelas Bintang (Lokomoteks, Jakarta, 20017).

Iklan