Zelfeni Wimra – Tangan

Zelfeni Wimra
tangan

agar kelak punya kenangan, sebaiknya kita bersalaman
memastikan uap hangat darah masih mengepul ke tapak tangan
sesuatu yang acap meronta itu, masih menggelegak
di persembunyian nyawa

nanti akan kira ceritakan lagi, dalam sebuah perjalanan
ruas tangan kita pernah menyatu

kini, duduklah semeja denganku
pastikan tanganmu sudah bersih
kita hadapi hidangan ini
berkeliaran sepanjang hari
telah mengeringkan rahang
saatnya menyantap pencarian

nanti akan kita ceritakan lagi
dalam sebuah perjamuan, selera kita pernah berpacu

setelah kenyang, apalagi?
kita bersalaman lagi?
o, ditambah seikat pelukan
baik. tapi biarkan aku sedikit menjauh
sebelum kemudian kita sama-sama melabai

nanti akan kita ceritakan lagi, sesuai perjalanan dan perjamuan
kita pernah bersalaman dan berpelukan

2009

 

Zelfeni Wimra lahir di Sungai Naniang, 26 Oktober 1979. Menamatkan pendidikan di IAIN Imam Bonjol Padang (S1-2004 dan S2-2011). Menekuni penulisan cerpen, cerita rakyat, cerita anak, drama, novel dan puisi. Diundang menghadiri Mastera, penulisan naskah drama, Bogor, 2010 dan UWRF 2010. Buku cerpennya Pengantin Subuh (LPH, 2009), Yang Menunggu dengan Payung (menunggu terbit) dan Jembatan Dua Kepala (menunggu terbit). Air Tulang Ibu (2012) adalah kumpulan puisinya yang pertama.

Iklan