Syarif Hidayatulloh – Kota Asing

Syarif Hidayatulloh
Kota Asing

~Prima Yulia Nugraha

Di kota kita dingin telah pasang
Gelap meleleh pada detik kedua belas
Serba kelam bagai lumut-lumut karang
Orang-orang merangkak sambil berteriak
dan menuangkan arak untuk kita.
Waktu pun menjangkar mala. Rembulan
lena dalam igauan panjang. Seekor kucing hitam
mengais tanah legam. Mencakar nasibnya sendiri.
Di kota kita tak lagi mengenal kehidupan
hanya gaung sirine yang berkejaran.
Kudengar langit runtuh, bumi mengaduh,
kau berguruh sebagai hujan di rongga distrik
di sela tiang-tiang pabrik, suar yang teduh,
dan kereta waktu yang menjauh.
Di kota kita yang sepi, tetapi
tak pernah hening ini.
Kita coba mengukur jarak pada peta perjalanan
penyair insomnia. Lewat ritmis rintik
yang tertahan. Serta menyepuh cakrawala dengan
serbuk-serbuk warna menjelma mimpi
sepasang pertapa. Bukan dengan kata-kata
dan mata kota rabun membacanya.

 

2014

 

Syarif Hidayatulloh lahir di Kota Tangerang, 02 Februari 1992. Alumni Universitas Islam Negri Jakarta ini adalah pendiri komunitas seni DirosArt.
Kini menjadi santri di Balaraja, Kab. Tangerang.

 

Iklan